Wednesday, February 15, 2012

Valentine's Day..

Hari Valentine buat aku...

Biasa aja.

Bukannya aku sok-sok ngga suka makna hari kasih sayang. Tapi, emang hari itu biasa2 aja buat aku dan Ryan. Hubungan aku dan Ryan udah mencapai tahap di mana kita berdua ngga lagi nganggap Valentine's Day itu beda dengan hari lainnya. Chocolate & bunga emang Ryan masih ngasih. Tapi itu lebih karna dia too sweet, dia ngga mau aku sedih karna ngga dikasih chocolate/bunga seperti pasangan2 lain yang lagi mesra2nya.

Dan bukannya aku dan Ryan ngga romantis yaa... tapi karna kita udah sampai tahap bersyukur. Bersyukur atas apa yang Tuhan kasih ke kita berdua. Bersyukur bahwa Tuhan mempertemukan aku dan Ryan. Itu sesuatu yang special banget; the day he sent me the first message. 

Aku ingat waktu itu aku baru laluin suatu perasaan yang sangat buruk untuk pertama kalinya di dalam hidupku. Tapi karna perasaan yang sangat buruk itu, aku bisa mengenal Tuhan; bukan dipromosiin orang lain, tapi karna aku berseru dan menangis memanggil Tuhan. Sejak hari itu aku mengenal Tuhan. Sekali lagi bukan atas "rekomendasi" orang lain tapi karna DIA datang sendiri ke dalam hatiku dan aku tahu DIA Tuhan, karna aku merasa damai dan hidupku menjadi lebih baik semakin baik sepanjang aku berjalan ke depannya. 

Dan karna aku percaya DIA Tuhan, aku selalu berdoa padaNYA dan DIA jawab aku. Salah satu doaku pada saat itu adalah minta pasangan yang sesuai dengan kemauanNYA. Beberapa orang datang; seberapa-pun aku berusaha dan orang2 itu berusaha, aku dan mereka ngga bisa jadi. 

Sampai akhirnya datang sebuah message di Friendster. Dari orang yang aku ngga kenal, temanku ngga kenal, keluargaku ngga kenal. Dan gimana dia nemuin aku, aku ngga ngerti. Yang aku percaya, Tuhan udah jawab doa aku. Setelah beberapa waktu, IA jawab doaku. Dan aku percaya, kalau emang itu jawaban doaku dari Tuhan, semua ngga akan berlalu gitu aja. 

Intinya waktu itu, dia kirim msg, ngobrol di telp dan mau kopi darat. Saat itulah aku nguji hubungan kami yang baru pdkt. Kalau emang dari Tuhan, ngga akan kemana. Jadi aku minta dia nunggu 6 bulan untuk kopi darat. Dan dia mau nunggu. Enam bulan kemudian, kita kopi darat, persis di hari ulang tahun aku. Dan dia langsung anggap kalau aku dan dia adalah couple. Tapi aku terlalu menghormati diriku. Aku ngga mau hubungan yang berjalan tanpa kejelasan. Dia harus minta aku jadi pacarnya, baru hubungan kita resmi. Dan dia lakuin itu. First met, first date.

Dan jelas, Ryan itu dari Tuhan. Karna semakin hari aku belajar banyak hal. Dan pelajaran dari Tuhan itu melalui proses pembentukan yang mengikis ke"ge-er"an aku. Selama ini aku mengganggap aku adalah orang yang baik. Aku yang selalu dikecewakan orang lain. Pada kenyataannya aku belajar melalui persoalan di dalam hubungan aku dan Ryan selama 7 tahun terakhir ini. Pertengkaran biasanya terjadi karna aku yang berharap terlalu banyak dari dia. Aku yang menjadikan dia seharusnya begini. Dia kan cowo jadi seharusnya begini, dia kan cowo jadi seharusnya begitu. Dan lain2. Dan aku selalu mengasihani diriku sendiri, terkadang berpikir bahwa dia kurang sayang aku; karna dia ngga sesuai kemauaanku! 

Dan di dalam proses pengikisan rasa mengasihani diriku sendiri itu, bukannya aku ngotot di dalamnya, tapi aku selalu berdoa, mohon ampun dan minta Tuhan tunjukin kesalahanku, sadarkan aku. Dan kalau aku ngga salah, aku minta Tuhan sadarkan dia. Dan sekarang kalau aku ingat ke belakang, hatiku udah ngga ngotot. Karena aku melihat dari banyak peristiwa dan kejadian yang terjadi di dalam hidup sehari2 aku dan Ryan, bahwa cinta ngga harus selalu diucapkan. Cinta itu bisa terlihat kalau mata kita mau mandang dengan cara yang berbeda, dengan sedikit rasa kasihan. Dan aku bisa lihat, dia berjuang, dia pernah nangis. Dia ngga pernah mau lepasin aku, sekali pun ngga pernah di dalam 7 tahun ini. 

Dan dia membentuk aku menjadi wanita dengan kekurangannya. Dengan kekurangannya dia membuat aku sadar, he loves me that much. Aku tau, begitu pun sebaliknya. Aku ngga tau ceritanya tentang aku. Tapi aku tau. Tuhan mempertemukan aku dan dia bukan cuma untuk memberkati aku dan membuat aku saja yang bahagia; tapi juga untuk Ryan. 

Oleh sebab itu, aku bilang, hari Valentine biasa aja buat aku dan Ryan. Bukan karna hari itu ngga special, justru sangat special karna di hari Valentine 2008, dia lamar aku secara resmi (with the ring). Setelah sebelumnya; 3 bulan setelah kami kopi darat, dia udah lamar aku; tapi lagi2 aku terlalu menghormati diriku, aku ngga mau orang yg cuma ngomong (seperti kurang berusaha), kalau dia mau lamar aku, dia harus nunjukin niatnya. Dan "the ring" adalah niat di mataku, soalnya "the ring" harus dibeli dengan uang. Bukannya aku matre, aku cuma minta usahanya aja. (buat yang ngga setuju, silakan aja, toh hati dan pembentukan pemikiran orang beda2).

Mungkin bakalan kedengaran klise (dan norak), tapi aku harus bilang, setiap hari itu special kalau aku dan Ryan bersama. Karna kita saling melengkapi. Soalnya hubungan kita adalah hubungan yang merangkap. Lover, abang-ade, sahabat, pengkritik sejati.

No comments:

Post a Comment

Hi.. thanks for your comment, will reply as soon as possible :)